Kamis, 30 Januari 2014

PROGRAM STUDY OF UNRI - RIAU


Fakultas dan Program Studi
UNRI
Fakultas Kedokteran
    • S1 Pendidikan Dokter
  • Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
    • S1 Administrasi Negara
    • S1 Administrasi Niaga
    • S1 Ilmu Pemerintahan
    • S1 Hubungan Internasional
    • S1 Sosiologi
    • S1 Ilmu Komunikasi
    • D4 Pariwisata
  • Fakultas Teknik
    • S1 Teknik Sipil
    • S1 Teknik Kimia
    • S1 Teknik Mesin
    • S1 Teknik Elektro
    • S1 Teknik Lingkungan
    • S1 Teknik Arsitektur
    • D3 Teknik Sipil
    • D3 Teknik Kimia
    • D3 Teknik Mesin
    • D3 Teknik Elektro
  • Fakultas Hukum
    • S1 Ilmu Hukum
  • Fakultas Ekonomi
    • S1 Akuntansi
    • S1 Manajemen
    • S1 Ekonomi Pembangunan
    • D3 Akuntansi
    • D3 Perpajakan
  • Fakultas Pertanian
    • S1 Agroteknologi
    • S1 Agribisnis
    • S1 Teknologi Hasil Pertanian
    • S1 Kehutanan
  • Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
    • S1 Matematika
    • S1 Fisika
    • S1 Kimia
    • S1 Biologi
    • D3 Manajemen Informatika
    • D3 Kimia Terapan
  • Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan
    • S1 Teknologi Hasil Perikanan
    • S1 Sosial Ekonomi Perikanan (Agrobisnis Perikanan)
    • S1 Manajemen Sumberdaya Perairan
    • S1 Budidaya Perairan
    • S1 Pemanfaatan Sumberdaya Perairan
    • S1 Ilmu Kelautan
  • Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
    • S1 Pendidikan Biologi
    • S1 Pendidikan Fisika
    • S1 Pendidikan Kimia
    • S1 Pendidikan Matematika
    • S1 Pendidikan Bahasa Inggris
    • S1 Pendidikan Bahasa Indonesia
    • S1 Pendidikan Bahasa Jepang
    • S1 Pendidikan Ekonomi
    • S1 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
    • S1 Pendidikan Sejarah
    • S1 Pendidikan Luar Sekolah
    • S1 Pendidikan Konseling
    • S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar
    • S1 Pendidikan Anak Usia Dini
    • S1 Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi
    • S1 Pendidikan Kepelatihan Olahraga
  • Program Studi Ilmu Keperawatan
    • S1 Ilmu Keperawatan
  • Pasca Sarjana
    • Magister Manajemen
    • Magister Sains Manajemen
    • Magister Sosiologi
    • Magister Ilmu Lingkungan
    • Magister Ilmu Administrasi
    • Magister Ilmu Politik
    • Magister Akutansi
    • Magister Kimia
    • Magister Manajemen Pendidikan
    • Magister Agribisnis
    • Magister Ilmu Pertanian
    • Magister Matematika
    • Magister Teknik Sipil
    • Magister Teknik Kimia
    • Magister Ilmu Kelautan
    • Magister Ilmu Hukum
  • Doktor
    • Ilmu Lingkungan

makalah singkat seputar ketepatan dan reaksi dalam kebugaran jasmani by fithree

**KETEPATAN DAN REAKSI DALAM KEBUGARAN JASMANI**

1.  Ketepatan (Accuracy)
Ketepatan adalah kemampuan seseorang untuk mengendalikan gerakan-gerakan bebas terhadap suatu sasaran, sasaran ini dapat merupakan suatu jarak atau mungkin suatu obyek langsung yang harus dikenai dengan salah satu bidang tubuh (M. Sajoto, 1995:9). Dengan latihan atau aktivitas olahraga yang menuju tingkat kesegaran jasmani maka ketepatan dari kerja tubuh untuk mengontrol suatu gerakan tersebut menjadi efektif dan tujuan tercapai dengan baik.


Ketepatan dalam sepak bola merupakan usaha yang dilakukan seorang pemain untuk dapat mengoperkan bola secara tepat pada teman, selain itu juga dapat melakukan shooting ke arah gawang secara tepat untuk mencetak gol.

Ketepatan adalah kemampuan seseorang untuk mengarahkan suatu gerak atau benda ke suatu sasaran. Sasaran yang dituju dapat berupa benda bergerak atau benda diam 






Contoh latihannya:
**melempar bola tenis ke tembok, sebelumnya tembok telah diberi sasaran
**untuk lebih spesifik pada cabang bola basket adalah dengan latihan memasukkan bola ke keranjang tepat di bawah ring
**untuk sepak bola dengan latihan menendang bola ke gawang yang dijaga oleh seorang penjaga gawang
**melempar bola ke arah sasaran tertentu atau suatu lubang tertentu, misal ring atau gawang.
 **menendang bola ke sasaran tertentu
 **menempatkan tubuh atau anggota tubuh pada sasaran atau arah tertentu.



2.  Reaksi (Reaction)
Reaksi adalah kemampuan seseorang untuk segera bertindak secepatnya dalam menghadapi rangsangan yang ditimbulkan lewat indera, syaraf atau rasa lainnya. Status kondisi fisik seseorang dapat diketahui dengan cara penilaian bentuk tes kemampuan (M. Sajoto, 1995:10).

 Reaksi dapat dibedakan menjadi tiga macam tingkatan yaitu reaksi terhadap rangsangan pandang, reaksi terhadap pendengaran dan reaksi terhadap rasa. Seorang pemain sepak bola harus mempunyai reaksi yang baik, hal ini dimaksudkan agar pemain mampu untuk bergerak dengan cepat dalam mengolah bola. Biasnya reaksi sangat di butuhkan oleh seorang penjaga gawang untuk menghalau bola dari serangan lawan, akan tetapi semua pemain dituntut juga harus mempunyai reaksi yang baik pula.

Sebelum diterjunkan ke arena pertandingan, seorang pemain sudah berada dalam kondisi dan tingkat kesegaran jasmani yang baik untuk menghadapi intensitas kerja dan tekanan-tekanan yang akan timbul dalam pertandingan.

Proses latihan kondisi dalam olahraga adalah suatu proses yang harus dilakukan dengan hati-hati, dengan sabar dan penuh kewaspadan terhadap atlet. Melalui latihan yang berulang-ulang dilakukan, yang intensitas dan kompleksitasnya sedikit demi sedikit bertambah, lama-kelamaan seorang pemain akan berubah menjadi seorang pemain yang lincah, terampil dan berhasil guna.

Setelah pemain mencapai tingkat kondisi yang baik untuk menghadapi musim-musim berikutnya, latihan-latihan kondisi tersebut harus tetap dilanjutkan selama musim dekat perlombaan, meskipun tidak seintensif seperti sebelumnya. Maksudnya adalah tingkatan kondisi fisik dapat tetap dipertahankan selama musim-musim tersebut.




Faktor yang mempengaruhi reaksi antara lain :
Ø  kesiagaan
Ø  kesiapan untuk melakukan gerakan
Ø  usia
Ø  kebiasaan
Ø  gerak itu sendiri.

Contoh latihannya:
v  **menangkap bola tenis yang dilempar ke kanan dan ke kiri oleh orang lain
v  **Melaksanakan perintah melalui indera pendengaran, contoh permainan perintah dengan peluit
v  **Melaksanakan perintah melalui indera penglihatan, contoh permainan membentuk kelompok

makalah singkat seputar ketepatan dan reaksi dalam kebugaran jasmani by fithree

**KETEPATAN DAN REAKSI DALAM KEBUGARAN JASMANI**

1.  Ketepatan (Accuracy)
Ketepatan adalah kemampuan seseorang untuk mengendalikan gerakan-gerakan bebas terhadap suatu sasaran, sasaran ini dapat merupakan suatu jarak atau mungkin suatu obyek langsung yang harus dikenai dengan salah satu bidang tubuh (M. Sajoto, 1995:9). Dengan latihan atau aktivitas olahraga yang menuju tingkat kesegaran jasmani maka ketepatan dari kerja tubuh untuk mengontrol suatu gerakan tersebut menjadi efektif dan tujuan tercapai dengan baik.


Ketepatan dalam sepak bola merupakan usaha yang dilakukan seorang pemain untuk dapat mengoperkan bola secara tepat pada teman, selain itu juga dapat melakukan shooting ke arah gawang secara tepat untuk mencetak gol.

Ketepatan adalah kemampuan seseorang untuk mengarahkan suatu gerak atau benda ke suatu sasaran. Sasaran yang dituju dapat berupa benda bergerak atau benda diam 






Contoh latihannya:
**melempar bola tenis ke tembok, sebelumnya tembok telah diberi sasaran
**untuk lebih spesifik pada cabang bola basket adalah dengan latihan memasukkan bola ke keranjang tepat di bawah ring
**untuk sepak bola dengan latihan menendang bola ke gawang yang dijaga oleh seorang penjaga gawang
**melempar bola ke arah sasaran tertentu atau suatu lubang tertentu, misal ring atau gawang.
 **menendang bola ke sasaran tertentu
 **menempatkan tubuh atau anggota tubuh pada sasaran atau arah tertentu.



2.  Reaksi (Reaction)
Reaksi adalah kemampuan seseorang untuk segera bertindak secepatnya dalam menghadapi rangsangan yang ditimbulkan lewat indera, syaraf atau rasa lainnya. Status kondisi fisik seseorang dapat diketahui dengan cara penilaian bentuk tes kemampuan (M. Sajoto, 1995:10).

 Reaksi dapat dibedakan menjadi tiga macam tingkatan yaitu reaksi terhadap rangsangan pandang, reaksi terhadap pendengaran dan reaksi terhadap rasa. Seorang pemain sepak bola harus mempunyai reaksi yang baik, hal ini dimaksudkan agar pemain mampu untuk bergerak dengan cepat dalam mengolah bola. Biasnya reaksi sangat di butuhkan oleh seorang penjaga gawang untuk menghalau bola dari serangan lawan, akan tetapi semua pemain dituntut juga harus mempunyai reaksi yang baik pula.

Sebelum diterjunkan ke arena pertandingan, seorang pemain sudah berada dalam kondisi dan tingkat kesegaran jasmani yang baik untuk menghadapi intensitas kerja dan tekanan-tekanan yang akan timbul dalam pertandingan.

Proses latihan kondisi dalam olahraga adalah suatu proses yang harus dilakukan dengan hati-hati, dengan sabar dan penuh kewaspadan terhadap atlet. Melalui latihan yang berulang-ulang dilakukan, yang intensitas dan kompleksitasnya sedikit demi sedikit bertambah, lama-kelamaan seorang pemain akan berubah menjadi seorang pemain yang lincah, terampil dan berhasil guna.

Setelah pemain mencapai tingkat kondisi yang baik untuk menghadapi musim-musim berikutnya, latihan-latihan kondisi tersebut harus tetap dilanjutkan selama musim dekat perlombaan, meskipun tidak seintensif seperti sebelumnya. Maksudnya adalah tingkatan kondisi fisik dapat tetap dipertahankan selama musim-musim tersebut.




Faktor yang mempengaruhi reaksi antara lain :
Ø  kesiagaan
Ø  kesiapan untuk melakukan gerakan
Ø  usia
Ø  kebiasaan
Ø  gerak itu sendiri.

Contoh latihannya:
v  **menangkap bola tenis yang dilempar ke kanan dan ke kiri oleh orang lain
v  **Melaksanakan perintah melalui indera pendengaran, contoh permainan perintah dengan peluit
v  **Melaksanakan perintah melalui indera penglihatan, contoh permainan membentuk kelompok