**KETEPATAN DAN
REAKSI DALAM KEBUGARAN JASMANI**
1. Ketepatan (Accuracy)
Ketepatan adalah
kemampuan seseorang untuk mengendalikan gerakan-gerakan bebas terhadap suatu
sasaran, sasaran ini dapat merupakan suatu jarak atau mungkin suatu obyek
langsung yang harus dikenai dengan salah satu bidang tubuh (M. Sajoto, 1995:9).
Dengan latihan atau aktivitas olahraga yang menuju tingkat kesegaran jasmani
maka ketepatan dari kerja tubuh untuk mengontrol suatu gerakan tersebut menjadi
efektif dan tujuan tercapai dengan baik.

Ketepatan dalam sepak
bola merupakan usaha yang dilakukan seorang pemain untuk dapat mengoperkan bola
secara tepat pada teman, selain itu juga dapat melakukan shooting ke
arah gawang secara tepat untuk mencetak gol.
Ketepatan adalah kemampuan seseorang untuk
mengarahkan suatu gerak atau benda ke suatu sasaran. Sasaran yang dituju dapat
berupa benda bergerak atau benda diam
Contoh
latihannya:

**melempar bola tenis ke tembok, sebelumnya tembok
telah diberi sasaran
**untuk lebih spesifik pada cabang bola basket
adalah dengan latihan memasukkan bola ke keranjang tepat di bawah ring
**untuk sepak bola dengan latihan menendang bola ke
gawang yang dijaga oleh seorang penjaga gawang
**melempar bola ke arah sasaran tertentu atau suatu
lubang tertentu, misal ring atau gawang.
**menendang
bola ke sasaran tertentu
**menempatkan
tubuh atau anggota tubuh pada sasaran atau arah tertentu.
2. Reaksi (Reaction)
Reaksi adalah kemampuan
seseorang untuk segera bertindak secepatnya dalam menghadapi rangsangan yang
ditimbulkan lewat indera, syaraf atau rasa lainnya. Status kondisi fisik
seseorang dapat diketahui dengan cara penilaian bentuk tes kemampuan (M.
Sajoto, 1995:10).

Reaksi dapat dibedakan menjadi tiga macam
tingkatan yaitu reaksi terhadap rangsangan pandang, reaksi terhadap pendengaran
dan reaksi terhadap rasa. Seorang pemain sepak bola harus mempunyai reaksi yang
baik, hal ini dimaksudkan agar pemain mampu untuk bergerak dengan cepat dalam
mengolah bola. Biasnya reaksi sangat di butuhkan oleh seorang penjaga gawang
untuk menghalau bola dari serangan lawan, akan tetapi semua pemain dituntut
juga harus mempunyai reaksi yang baik pula.
Sebelum diterjunkan ke
arena pertandingan, seorang pemain sudah berada dalam kondisi dan tingkat
kesegaran jasmani yang baik untuk menghadapi intensitas kerja dan
tekanan-tekanan yang akan timbul dalam pertandingan.
Proses latihan kondisi
dalam olahraga adalah suatu proses yang harus dilakukan dengan hati-hati,
dengan sabar dan penuh kewaspadan terhadap atlet. Melalui latihan yang
berulang-ulang dilakukan, yang intensitas dan kompleksitasnya sedikit demi
sedikit bertambah, lama-kelamaan seorang pemain akan berubah menjadi seorang
pemain yang lincah, terampil dan berhasil guna.

Setelah pemain mencapai
tingkat kondisi yang baik untuk menghadapi musim-musim berikutnya,
latihan-latihan kondisi tersebut harus tetap dilanjutkan selama musim dekat
perlombaan, meskipun tidak seintensif seperti sebelumnya. Maksudnya adalah
tingkatan kondisi fisik dapat tetap dipertahankan selama musim-musim tersebut.
Faktor yang mempengaruhi reaksi antara lain :
Ø kesiagaan
Ø kesiapan untuk melakukan gerakan
Ø usia
Ø kebiasaan
Ø gerak itu sendiri.
Contoh latihannya:
v **menangkap bola tenis yang
dilempar ke kanan dan ke kiri oleh orang lain
v **Melaksanakan perintah melalui
indera pendengaran, contoh permainan perintah dengan peluit
v **Melaksanakan perintah melalui
indera penglihatan, contoh permainan membentuk kelompok
Tidak ada komentar:
Posting Komentar