Senin, 27 Juli 2015

Kelahiran dan Menyusui

9 bulan setelah pembuahan bayi siap keluar dari rahim ibu. oksitosin,estrogen, dan prostaglandin menyebabkan uterus berkontraksi dengan kuat, hingga menyebabkan membukanya serviks. Kontraksi yng kuat ini akan menyebabkan amnion pecah dan cairan amnion mengalir keluar melalui vagina, maka bayi akan di lahirkan.


Oksitosin juga berfungsi merangsang di lepaskannya hormone prolaktin yang berpengaruh terhadap kelenjar air susu. Selama kehamilan dan sesudah kelahiran kelenjar kelenjar dalam payudara akan membesar. Tiap payudara memiliki kurang lebih 20 lobus yaitu kumpulan kelenjar laktiferus pembuat susu. Kelenjar ini akan membesaer selama masa kehamilan. Setelah bayi lahir, kelenjar tersebut di rangsang oleh hormone prolaktin yang di hasilkan kelenjar hipofisis sehingga menghasilkan air susu. ASI yang pertama keluar di sebut kolostrum. Ini sangat baik karena mengandung zat kekebalan dan merupakan makanan yang cocok bagi bayi. Ibu sebaiknya memberi ASI bagi anak selama 6 sampai 24 bulan.
Gangguan dan kelainan yang terjadi pada system reproduksi:
Infertile merupakan kelainan pada system reproduksi wanita maupun pria dimana wanita atau pria mengalami steril atau tidak dapat memiliki keturunan.
Sifilis (raja singa ) merupakan penyakit kelamin yang di sebabkan oleh bakteri tryponema pallidum. Gejala penyakit ini baru akan tampak setelah dua tahun. Infeksi sifilis dapat merusak system saraf otak dan jantung. Penyakit ini dapat di tularkan melaui hubungan seksual atau dari ibu kepada janin yang di kandungnya.
AIDS (Acquired Immune Deficiency syndrome) merupakan penyakit penurunan kekebalan tubuh akibat infeksi virus HIV (Human Immunudeficiency Virus) yang dapat di tularkan melalui hubungan seksual. AIDS sangat berbahaya karena dapat menyebabkan kematian. Tubuh penderita AIDS  sangat rentan mengalami infeksi sehingga penderita AIDS sangat mudah mengalami komplikasi penyakit penyerta.
Teknologi reproduksi
Bayi tabung merupakan salah satu produk reproduksi yang di hasilkan melalui tekhnik fertilisasi in vitro maupun cloning. Fertilisasi infitro adalah proses pembuahan yang di lakukan di luar tubuh manusia (di dalam cawan petri), sedangkan tekhnik cloning adalah produksi sejumlah individu yang secara genetic identik melalui proses seksual apabial melalui fertilisasi dan aseksual apabila menggunakan sel somatic.
Pada fertilisasi infitro maupun cloning. Embrio yang di hasilkan di titipkan kembali ke dalam rahim seorang wanita, baik yang ada hubungan darah maupun tidak. Melalui teknologi infitro analisis kromosom dari embrio yang memiliki resiko kelainan genetic dapat di lakukan sebelum dikembaliakn ke rahim Louis Brown adalah bayi tabung pertama yang di lahirkan pada tahun 1978. Fertilisasi infitro di lakukan dengan mengikuti beberapa tahap pendahuluan yakni sel sperma dan sel telur di evalusi kualitasnya dan hanya sel sperma dan sel telur yang berkualitas di gunakan untuk fertilisasi. Fertilisasi pada awan petri yang mengandung media sesuai dengan kondisi invivo kemudian di simpan dalam incubator sampai embrio berkembang. Embrio yang berkembang dengan kualitas yang terbaik akan di transfer ke rahim donor yang akan di pelihara sampai di lahirkan.
Semoga bermanfaat
Terima kasih

By Mela fitri 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar