9 bulan setelah pembuahan bayi siap keluar dari rahim ibu.
oksitosin,estrogen, dan prostaglandin menyebabkan uterus berkontraksi dengan
kuat, hingga menyebabkan membukanya serviks. Kontraksi yng kuat ini akan
menyebabkan amnion pecah dan cairan amnion mengalir keluar melalui vagina, maka
bayi akan di lahirkan.
Oksitosin juga berfungsi merangsang di lepaskannya hormone
prolaktin yang berpengaruh terhadap kelenjar air susu. Selama kehamilan dan
sesudah kelahiran kelenjar kelenjar dalam payudara akan membesar. Tiap payudara
memiliki kurang lebih 20 lobus yaitu kumpulan kelenjar laktiferus pembuat susu.
Kelenjar ini akan membesaer selama masa kehamilan. Setelah bayi lahir, kelenjar
tersebut di rangsang oleh hormone prolaktin yang di hasilkan kelenjar hipofisis
sehingga menghasilkan air susu. ASI yang pertama keluar di sebut kolostrum. Ini
sangat baik karena mengandung zat kekebalan dan merupakan makanan yang cocok
bagi bayi. Ibu sebaiknya memberi ASI bagi anak selama 6 sampai 24 bulan.
Gangguan dan kelainan yang terjadi pada system reproduksi:
Infertile merupakan kelainan pada system reproduksi wanita
maupun pria dimana wanita atau pria mengalami steril atau tidak dapat memiliki
keturunan.
Sifilis (raja singa ) merupakan penyakit kelamin yang di
sebabkan oleh bakteri tryponema pallidum. Gejala penyakit ini baru akan tampak
setelah dua tahun. Infeksi sifilis dapat merusak system saraf otak dan jantung.
Penyakit ini dapat di tularkan melaui hubungan seksual atau dari ibu kepada
janin yang di kandungnya.
AIDS (Acquired Immune Deficiency syndrome) merupakan
penyakit penurunan kekebalan tubuh akibat infeksi virus HIV (Human
Immunudeficiency Virus) yang dapat di tularkan melalui hubungan seksual. AIDS
sangat berbahaya karena dapat menyebabkan kematian. Tubuh penderita AIDS sangat rentan mengalami infeksi sehingga
penderita AIDS sangat mudah mengalami komplikasi penyakit penyerta.
Teknologi reproduksi
Bayi tabung merupakan salah satu produk reproduksi yang di
hasilkan melalui tekhnik fertilisasi in vitro maupun cloning. Fertilisasi
infitro adalah proses pembuahan yang di lakukan di luar tubuh manusia (di dalam
cawan petri), sedangkan tekhnik cloning adalah produksi sejumlah individu yang
secara genetic identik melalui proses seksual apabial melalui fertilisasi dan
aseksual apabila menggunakan sel somatic.
Pada fertilisasi infitro maupun cloning. Embrio yang di
hasilkan di titipkan kembali ke dalam rahim seorang wanita, baik yang ada
hubungan darah maupun tidak. Melalui teknologi infitro analisis kromosom dari
embrio yang memiliki resiko kelainan genetic dapat di lakukan sebelum
dikembaliakn ke rahim Louis Brown adalah bayi tabung pertama yang di lahirkan
pada tahun 1978. Fertilisasi infitro di lakukan dengan mengikuti beberapa tahap
pendahuluan yakni sel sperma dan sel telur di evalusi kualitasnya dan hanya sel
sperma dan sel telur yang berkualitas di gunakan untuk fertilisasi. Fertilisasi
pada awan petri yang mengandung media sesuai dengan kondisi invivo kemudian di
simpan dalam incubator sampai embrio berkembang. Embrio yang berkembang dengan
kualitas yang terbaik akan di transfer ke rahim donor yang akan di pelihara
sampai di lahirkan.
Semoga bermanfaat
Terima kasih
By Mela fitri

Tidak ada komentar:
Posting Komentar