Senin, 27 Juli 2015

Pertahanan Tubuh

Ada beberapa mekanisme yang merupakan benteng system imun dalam tubuh kita, yaitu kulit, selaput lendir, silia, batuk, bersin,asam lambung, lisozim, laktoferin, interveron, dsb.
Lisozim dalam keringat, air ludah, dan air susu mampu menjalankan peranannya sebagai benteng pertahanan tubuh, di sebabkan kemampuannya melindungi tubuh terhadap bakteri gram positif denfan cara menghancurkan dinding sel bakteri. ASI juga mengandung laktoferin dan asam neuraminik yang mempunyai sifat anti bacteria scherichia coli dan staphilococus. Asam hidroklorida dalam lambung enzim proteolitik dan empedu dalam usus halus semuanya berperan dalam system imun tubuh.


Kulit dan mukosa
Kulit melindungi dan membatasi sekaligus menjaga agar tubuh tidak kering . kulit bertindak sebagai reseptor karena mengandung ujung ujung syaraf yang menerima rangsang indra dari lingkungan sekitar. Kulit juga menjadi penahan panas dan mengendalikan suhu tubuh. Sesuai dengan peran pentingnya, kulit di anugerahi dengan beberapa kelebihan. Kelebihan yang di miliki sel sel kulit dalam mendukung fungsinya yang teramat penting tersebut adalah kulit mempunyai kemampuan luar biasa untuk menumbuhkan diri atau mempeebaiki diri dari kerusakan. Sedemikian sempurna proses penyembuhan yang di miliki kulit, hingga alur sidik jari akan kembali seperti pola semula setelah mengalami kerusakan ujung jari.
Dekontaminasi fisik
Bagian paling penting dari fungsi kulit adalah sebagai pertahanan tubuh. Bila tubuh manusia di umpamakan sebagai banteng yang terkepung ole musuh, maka setiap hari musuh akan mencari segala macam cara untuk menyerbu banteng ini, dan kulit dapat di ibaratkan sebagai yang membatasi banteng. Kulit merupakan batas utama antara lingkungan dengan tubuh manusia. Struktur yang khas dari kulit jelas menunjukkan bahwa kulit yang utuh memiliki lapisan keratin atau lapisan tanduk pada permukaan luar dan epitel berlapis gepeng sebagai barier  mekanis yang baik sekali terhadap infeksi, sehingga sulit sekali bagi jasad renik untuk menembus barier mekanis ini. Epidermis kulit merupakan barier mekanis yang kuat. Struktur khas kulit denga lapisan tanduk dan epitel berlapis gepeng sebagai barier mekanis yang baik sekali terhadap infeksi, sulit sekali bagi jasad renik untuk menembus barier mekanis ini. Kulit manusia memang terlihat lebih mudah pecah atau rusak bila di bandingkan dengan kulit hewan, seperti badak,gajah,dan kura kura. Namun kenyataannya, tidak ada contoh bakteri yang telah di temukan yang dapat menembus kulit utuh yang “telanjang”, tanap pelindung. Zat keratin dalam sel kulit merupakan rintangan  yang tidak dapat di tembus bakteri dan jamur. Zat asing yang mencapai kulit tidak dapat melewati tembok ini.
Keunikan kulit yang lain adalah kemampuannya meregenerasi diri. Lapisan sel sel yan g mati akan membuat permukaan kulit secara konstan berganti. Bergantinya kulit secara otomatis membuat bakteri yang berada di permukaan kulit tersebut akan juga dengan konstan terbuang dengan sel yang mati. Selain itu, walaupun lapisan luar kulit yang mengandung keratin terus menerus terkikis, kulit di perbarui lagi oleh kulit baru yang tumbuh di bawahnya. Jadi wajar bila tamu tak di undang yang terjebak di antara lapisan kulit di buang dari tubuh bersamaan dengan kulit mati, selama berlangsungnya proses pembaruan kulit dari dalam ke luar.
Dekontaminasi kimiawi kulit
Jika kita mempunyai kulit yang bersih dan sehat, maka peluang mikroorganisme untuk memasuki tubuh kita menjadi kecil. Karena ternyata di setiap bagian tubuh, senyawa kimiawi selalu siaga menghadang datangnya musuh. Taruhlah bakteri atau mikroorganisme lain mampu menyusup melewati lubang kelenjar sebaseus atau  folikel rambut, namun PH asam dari keringat dan sekresi sebaseus, juga berbagai asam lemak dan enzim akan mengurangi kemungkinan infeksi, karena semua senyawa tersebt memiliki efek antimicrobial. Lubang lubang tersebut jelas secara alami di lindungi oleh lisozim (enzim yang dapat merusak peptidoglikan) bakteri yang merupakan unsur utama pembentuk dinding sel bakteri gram positif) dan lipida toksik.
Ddekontaminasi biologis kulit
Pelindung lain terhadap kolonisasi kulit oleh bakteri pathogen adalaqh mikroflora normal kulit. Flora normal kulit menimbulkan pengaruh dekontaminasi biologis. Mikroflora normal kulit di ibaratkan sebagai mikroba domestic. Ketika mikroba asing memasuki tubuh, mikroba domestic ini menganggap habitatnya terancam dan tidak akan menyerahkannya begitu saja. Mereka bertempur mati matian. Mikroba domestic ini adalah prajurit professional. Mereka mencoba melindungi wilayahnya demi kelangsungan hidup. Mikroflora tersebut merupakan suatu kumpulan dari bakteri nonpatogen yang normal berkolonisasi pada setiap area kulit. Bakteri pathogen yang akan menginfeksi kulit harus mampu bersaing  dengan mikroflora normal yang ada untuk mendapatkan tempat kolonisasi ddan nutrient untuk tumbuh dan berkembang mikroflora kulit terutama terdiri dari bakteri gram positif. Adalah suatu hal yang belum di ketahui dengan baik mengapa bakteri gram positif terlihat mampu berkolonisasi pada permukaan kulit. Namun, hal tersebut merefleksikan suatu kemampuan superior untuk bertoleransi terhadap kondisi asam yang kering yang di temukan pada permukaan kulit
Asam lambung dan peristaltic usus
Sebesar apapun kemampuan kita untuk menghindari pengaruh mikroorganisme pathogen  dengan mengkonsumsi makanan dan minuman   yang higienis, namun ternyata tetap sulit bagi kita untuk menghalangi penyusupan musuh melalui mulut ini. Kebiasaan jajan atau makan di luar rumah  makin memperbesar kemungkinan bagi kita mengkonsumsi makanan dan minuman yang tidak jelas kebersihannya. Walaupun di dalam rongga mulut terdapat barier mekanis, kimiawi serta biologis yang di lakukan oleh epitel , saliva dan flora normal mulut, namun kelemahan system pertahanandi berbagai bagian saluran pencernaan kita masih member kesempatan invasi mikroorganisme pathogen.
PH asam lambung
Barier mekanis dalam lambung memang tidak mampu menghalangi invasi mikroorganisme , karena mukosa lambung merupakan kelenjar, tidak mudah mengalami pelepasan lapisan luar, sehingga memungkinkan perlekatan bakteri dan mikroorganisme lain. Keasaman lambung yang tinggi tidak cocok bagi bekerjanya enzim enzim bakteri sehingga gagal mempertahankan hidup di lingkungn cukup ekstrim tersebut.
Gerak peristaltic usus
Gerakan ini untuk mendorong isi usus berlangsung cepat sekali sehinnga populasi bakteri dalam lumen di pertahankan tetap sedikit .
Flora normal usus besar
Di usus besar, pertahanan utama melawan jasad renik dilakukan oleh flora normal yang menghuni usus besar dan hidup berdampingan secara damai dengan hospes.
Semoga bermanfaat
Terima kasih

By Mela fitri   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar