Ada beberapa mekanisme yang merupakan benteng system imun
dalam tubuh kita, yaitu kulit, selaput lendir, silia, batuk, bersin,asam
lambung, lisozim, laktoferin, interveron, dsb.
Lisozim dalam keringat, air ludah, dan air susu mampu menjalankan
peranannya sebagai benteng pertahanan tubuh, di sebabkan kemampuannya
melindungi tubuh terhadap bakteri gram positif denfan cara menghancurkan
dinding sel bakteri. ASI juga mengandung laktoferin dan asam neuraminik yang
mempunyai sifat anti bacteria scherichia coli dan staphilococus. Asam
hidroklorida dalam lambung enzim proteolitik dan empedu dalam usus halus
semuanya berperan dalam system imun tubuh.
Kulit dan mukosa
Kulit melindungi dan membatasi sekaligus menjaga agar tubuh
tidak kering . kulit bertindak sebagai reseptor karena mengandung ujung ujung
syaraf yang menerima rangsang indra dari lingkungan sekitar. Kulit juga menjadi
penahan panas dan mengendalikan suhu tubuh. Sesuai dengan peran pentingnya,
kulit di anugerahi dengan beberapa kelebihan. Kelebihan yang di miliki sel sel
kulit dalam mendukung fungsinya yang teramat penting tersebut adalah kulit
mempunyai kemampuan luar biasa untuk menumbuhkan diri atau mempeebaiki diri
dari kerusakan. Sedemikian sempurna proses penyembuhan yang di miliki kulit,
hingga alur sidik jari akan kembali seperti pola semula setelah mengalami
kerusakan ujung jari.
Dekontaminasi fisik
Bagian paling penting dari fungsi kulit adalah sebagai
pertahanan tubuh. Bila tubuh manusia di umpamakan sebagai banteng yang terkepung
ole musuh, maka setiap hari musuh akan mencari segala macam cara untuk menyerbu
banteng ini, dan kulit dapat di ibaratkan sebagai yang membatasi banteng. Kulit
merupakan batas utama antara lingkungan dengan tubuh manusia. Struktur yang
khas dari kulit jelas menunjukkan bahwa kulit yang utuh memiliki lapisan
keratin atau lapisan tanduk pada permukaan luar dan epitel berlapis gepeng
sebagai barier mekanis yang baik sekali
terhadap infeksi, sehingga sulit sekali bagi jasad renik untuk menembus barier
mekanis ini. Epidermis kulit merupakan barier mekanis yang kuat. Struktur khas
kulit denga lapisan tanduk dan epitel berlapis gepeng sebagai barier mekanis
yang baik sekali terhadap infeksi, sulit sekali bagi jasad renik untuk menembus
barier mekanis ini. Kulit manusia memang terlihat lebih mudah pecah atau rusak
bila di bandingkan dengan kulit hewan, seperti badak,gajah,dan kura kura. Namun
kenyataannya, tidak ada contoh bakteri yang telah di temukan yang dapat
menembus kulit utuh yang “telanjang”, tanap pelindung. Zat keratin dalam sel
kulit merupakan rintangan yang tidak
dapat di tembus bakteri dan jamur. Zat asing yang mencapai kulit tidak dapat
melewati tembok ini.
Keunikan kulit yang lain adalah kemampuannya meregenerasi
diri. Lapisan sel sel yan g mati akan membuat permukaan kulit secara konstan
berganti. Bergantinya kulit secara otomatis membuat bakteri yang berada di
permukaan kulit tersebut akan juga dengan konstan terbuang dengan sel yang
mati. Selain itu, walaupun lapisan luar kulit yang mengandung keratin terus
menerus terkikis, kulit di perbarui lagi oleh kulit baru yang tumbuh di
bawahnya. Jadi wajar bila tamu tak di undang yang terjebak di antara lapisan
kulit di buang dari tubuh bersamaan dengan kulit mati, selama berlangsungnya
proses pembaruan kulit dari dalam ke luar.
Dekontaminasi kimiawi kulit
Jika kita mempunyai kulit yang bersih dan sehat, maka
peluang mikroorganisme untuk memasuki tubuh kita menjadi kecil. Karena ternyata
di setiap bagian tubuh, senyawa kimiawi selalu siaga menghadang datangnya
musuh. Taruhlah bakteri atau mikroorganisme lain mampu menyusup melewati lubang
kelenjar sebaseus atau folikel rambut,
namun PH asam dari keringat dan sekresi sebaseus, juga berbagai asam lemak dan
enzim akan mengurangi kemungkinan infeksi, karena semua senyawa tersebt
memiliki efek antimicrobial. Lubang lubang tersebut jelas secara alami di
lindungi oleh lisozim (enzim yang dapat merusak peptidoglikan) bakteri yang
merupakan unsur utama pembentuk dinding sel bakteri gram positif) dan lipida toksik.
Ddekontaminasi biologis kulit
Pelindung lain terhadap kolonisasi kulit oleh bakteri
pathogen adalaqh mikroflora normal kulit. Flora normal kulit menimbulkan
pengaruh dekontaminasi biologis. Mikroflora normal kulit di ibaratkan sebagai
mikroba domestic. Ketika mikroba asing memasuki tubuh, mikroba domestic ini
menganggap habitatnya terancam dan tidak akan menyerahkannya begitu saja.
Mereka bertempur mati matian. Mikroba domestic ini adalah prajurit
professional. Mereka mencoba melindungi wilayahnya demi kelangsungan hidup.
Mikroflora tersebut merupakan suatu kumpulan dari bakteri nonpatogen yang
normal berkolonisasi pada setiap area kulit. Bakteri pathogen yang akan
menginfeksi kulit harus mampu bersaing
dengan mikroflora normal yang ada untuk mendapatkan tempat kolonisasi
ddan nutrient untuk tumbuh dan berkembang mikroflora kulit terutama terdiri
dari bakteri gram positif. Adalah suatu hal yang belum di ketahui dengan baik
mengapa bakteri gram positif terlihat mampu berkolonisasi pada permukaan kulit.
Namun, hal tersebut merefleksikan suatu kemampuan superior untuk bertoleransi
terhadap kondisi asam yang kering yang di temukan pada permukaan kulit
Asam lambung dan peristaltic usus
Sebesar apapun kemampuan kita untuk menghindari pengaruh
mikroorganisme pathogen dengan
mengkonsumsi makanan dan minuman yang higienis, namun ternyata tetap sulit bagi
kita untuk menghalangi penyusupan musuh melalui mulut ini. Kebiasaan jajan atau
makan di luar rumah makin memperbesar
kemungkinan bagi kita mengkonsumsi makanan dan minuman yang tidak jelas
kebersihannya. Walaupun di dalam rongga mulut terdapat barier mekanis, kimiawi
serta biologis yang di lakukan oleh epitel , saliva dan flora normal mulut,
namun kelemahan system pertahanandi berbagai bagian saluran pencernaan kita
masih member kesempatan invasi mikroorganisme pathogen.
PH asam lambung
Barier mekanis dalam lambung memang tidak mampu menghalangi
invasi mikroorganisme , karena mukosa lambung merupakan kelenjar, tidak mudah
mengalami pelepasan lapisan luar, sehingga memungkinkan perlekatan bakteri dan
mikroorganisme lain. Keasaman lambung yang tinggi tidak cocok bagi bekerjanya
enzim enzim bakteri sehingga gagal mempertahankan hidup di lingkungn cukup
ekstrim tersebut.
Gerak peristaltic usus
Gerakan ini untuk mendorong isi usus berlangsung cepat
sekali sehinnga populasi bakteri dalam lumen di pertahankan tetap sedikit .
Flora normal usus besar
Di usus besar, pertahanan utama melawan jasad renik
dilakukan oleh flora normal yang menghuni usus besar dan hidup berdampingan
secara damai dengan hospes.
Semoga bermanfaat
Terima kasih
By Mela fitri

Tidak ada komentar:
Posting Komentar